Monday, February 6, 2012

POLITIK - PARPOL
Selasa, 07 Februari 2012 , 14:06:00

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan siap menjadi Calon Presiden 2014, apalagi jika anak buahnya tidak korupsi. Hal itu dikatakan Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada wartawan, Selasa (7/2) di Jakarta.

Menurut Martin, Prabowo sadar betul bahwa persoalan yang sangat mengganggu masyarakat itu adalah soal korupsi dan penegakan hukum. "Kalau di pemerintahan, DPR, DPRD,  gubernur, bupati yang menjadi pengurus Gerindra, kalau tidak bisa memberikan contoh yang baik, bagaimana mau dicalonkan presiden," kata Martin.

Ia mengatakan, Prabowo menunjukkan komitmen memberantas dan melawan korupsi harus dimulai dari keseriusan  anggota DPR, gubernur, Walikota, DPRD dari Gerindra.

"Dengan dukungan itulah Prabowo akan dinilai masyarakat sebagai pemimpin yang dipercaya dapat memberantas korupsi. Kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah sekarang karena tidak seriusnya upaya memberantas korupsi.  Artinya retorikanya lebih banyak," katanya.

"Kalau kita mau mencalonkan presiden,  harus menunjukkan kita beda," ungkap Martin mencerna pesan Prabowo.

Dia menegaskan Prabowo sangat siap menjadi Capres 2014. Oleh karena itu, Prabowo meminta kader membantunya. "Membantu itu tidak perlu harus berkoar-berkoar, tapi jaga amanah yang sudah diberikan rakyat. Dan harus jadi contoh melawan korupsi," ujarnya.

Bahkan, kata dia, Prabowo berpesan  kalau betul-betul mencintai, dukunglah dengan buktikan dalam jabatan sebagai anggota DPR dan lainnya berantas korupsi. "Jangan malah menjadi orang yang tersangkut dengan itu (korupsi)," ungkapnya. (boy/jpnn)

Balada Angelina Sondakh
Sang Puteri Jadi Tersangka Korupsi
Headline
Angelina Sondakh - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: R Ferdian Andi R
Nasional - Sabtu, 4 Februari 2012 | 07:01 WIB
TERKAIT
Powered by Translate
INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh sebagai tersangka dalam kasus wisma atlet. Mantan Puteri Indonesia 2001 ini akhirnya bakal menjadi pesakitan dalam jejak karier politiknya. Balada Sang Puteri di aras politik.
Awal 2011 lalu, INILAH.COM menobatkan Angelina Sondakh sebagai Politisi Perempuan Terfavorit di Parlemen. Jejak politiknya dimulai dengan menjadi anggota DPR Pemilu 2004. Niat yang muncul dari diri Anggie, ingin mengubah sistem politik yang ia nilai tidak ideal. Masuk partai politik diniatkan untuk mengubah sistem.
"Saat masih aktif di Puteri Indonesia berharap bisa mengubah sistem, ternyata tidak bisa. Penyebabnya, karena tidak bisa memutuskan kebijakan," katanya kepada INILAH.COM, awal Januari 2011 lalu, ketika secara khusus mewawancarai istri mendiang Adjie Massaid ini terkait penobatan Politisi Terfavorit hasil survei konsultan politik Uvolution Indonesia dan portal berita INILAH.COM. Kesan yang muncul saat itu, Anggie merupakan sosok politikus tangguh, peduli, dan mau belajar.
Sosok Anggie memang berbeda dengan profil Puteri Indonesia lainnya. Karir di jalur politiknya termasuk moncer. Saat ini dirinya didaulat sebagai Wakik Sekjen DPP partai Demokrat (2010-2015) dan Koordinator Wilayah Jawa Tengah VI Partai Demokrat.
Sedangkan di fraksi, Angie juga tercatat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR (2010-sekarang), Karir politiknya kian menanjak sejak menjadi tim sukses Anas Urbaningrum dalam Kongres Partai Demokrat Mei 2010 lalu.
Pada 21 April 2011 lalu tampaknya menjadi mimpi buruk bagi Anggie. Saat pertama kali kasus Wisma Atlit bergulir, namanya kerap disebut Nazaruddin. Anggie juga pernah dipanggil Tim Pencari Fakta Fraksi Partai Demokrat. Dia juga pernah dipanggil Badan Kehormatan DPR RI. Semuanya terkait dengan keterkaitan Anggie dalam kasus Wisma Atlit.
Namun, dengan latar belakang di dunia keartisan, Anggie tak lekang dari gosip dan sensasi. Saat namanya banyak disebut terlibat dalam kasus Wisma Atlit, justru ia membuat kejutan. Gosip kedekatannya dengan adik kandung mendiang suaminya, Mudji Massaid sempat mencuat.
Bahkan, saat diperiksa KPK, Anggie memperlihatkan kepada publik sikap kedekatan dengan adik kandung Adjie. Anggie juga bernyanyi bersama Mudji. Saat itu, Anggie justru kerap muncul dalam pemberitaan infotainment ketimbang pemberitaan kasus yang membelitnya.
Setelah gosip hubungan personalnya dengan Mudji meredup, November 2011 lalu, Anggie kembali membuat kejutan. Hubungan pribadinya justru berganti dengan salah satu penyidik dari kepolisian di KPK Kompol Brotoseno. Hubungan ini menjadi pergunjingan hangat, karena dicurigai bersamaan dengan namanya yang disebut-sebut dalam kasus Wisma Atlit. Meski akhirnya, Brotoseno dikembalikan ke korps kepolisian.
Jejak Anggie di politik tampaknya bakal terhenti dalam kasus Wisma Atlit ini. KPK secara resmi menetapkan anggota Komisi X DPR RI ini sebagai tersangka. Dalam persidangan terdakwa M Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, nama Anggie disebut-sebut menerima dana sebesar Rp2 miliar. Namanya disebut Mindo Rosalina Manulang dan Yulianis, mantan staf Nazaruddin terkait penerimaan dana Rp2 miliar.
Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat menilai Anggie memecahkan rekor muri terkait penetapan tersangka dalam kasus Wisma Atlit. Menurut dia, Anggie sebagai mantan Puteri Indonesia, artis, pengurus partai politik besar, anggota DPR, "Berakhir tragis menjadi tersangka," katanya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/2/2012).